Kenapa Ketiak Terasa Gatal dan Perih Saat Berkeringat? Ini Penjelasannya
Ketiak gatal dan perih saat berkeringat adalah masalah umum yang sering diabaikan. Padahal, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari hingga menurunkan kepercayaan diri. Mari kita telusuri penyebab utamanya:
Penyebab Umum Iritasi Ketiak Saat Berkeringat
- Pertumbuhan Bakteri Berlebih – Area lembab memicu perkembangbiakan mikroba penyebab iritasi
- Dermatitis Kontak – Reaksi alergi terhadap deodoran atau bahan kimia tertentu
- Foliculitis – Peradangan pada folikel rambut akibat gesekan atau pencukuran
- Intertrigo – Infeksi jamur di lipatan kulit yang lembab
- Hiperhidrosis – Produksi keringat berlebih yang memicu iritasi kronis
Mekanisme Gatal dan Perih pada Kulit Ketiak
Saat keringat bercampur dengan bakteri, terjadi proses fermentasi yang menghasilkan asam. Zat asam inilah yang mengiritasi kulit tipis di ketiak, menyebabkan sensasi terbakar dan gatal. Menurut penelitian Journal of Dermatology, pH kulit ketiak bisa turun hingga 5.3 saat iritasi parah.
Cara Mengatasi Ketiak Gatal dan Perih Secara Medis
Perawatan Dokter Kulit untuk Iritasi Ketiak
- Krim Hydrocortisone 1% untuk mengurangi peradangan
- Antibiotik topikal seperti Mupirocin untuk infeksi bakteri
- Antijamur seperti Clotrimazole untuk kasus intertrigo
- Terapi laser untuk mengurangi produksi keringat berlebih
Bahan Alami yang Ampuh Meredakan Gatal
Untuk kasus ringan, beberapa bahan alami bisa membantu:
- Lidah buaya – Menenangkan kulit yang meradang
- Teh hijau – Mengandung antioksidan penangkal iritasi
- Oatmeal koloid – Meredakan gatal dan kemerahan
- Cuka apel – Menyeimbangkan pH kulit secara alami
Pencegahan Iritasi Ketiak Saat Beraktivitas
Pemilihan Produk Perawatan yang Tepat
Hindari deodoran dengan kandungan:
- Aluminium chlorohydrate (pemicu iritasi umum)
- Paraben dan pewangi buatan
- Alkohol tinggi yang membuat kulit kering
Pilih produk berlabel “hypoallergenic” atau “dermatologist-tested”.
Kebiasaan Sehari-hari untuk Ketiak Sehat
- Gunakan pakaian katun longgar yang menyerap keringat
- Bersihkan ketiak dengan sabun pH balanced setelah berkeringat
- Hindari mencukur bulu ketiak terlalu sering
- Keringkan area ketiak secara lembut setelah mandi
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi jika menemukan gejala:
- Rasa gatal tidak membaik setelah 2 minggu perawatan
- Muncul benjolan atau nanah di area ketiak
- Demam disertai pembengkakan kelenjar getah bening
- Kulit mengelupas atau berdarah
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi serius yang membutuhkan penanganan khusus.
Watch: Biang Keringat: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan #shorts
by Halodoc
Panduan Lengkap Perawatan Ketiak Sensitif
Kulit ketiak 10x lebih tipis daripada kulit lengan. Ini membuatnya rentan terhadap iritasi. Berikut rutinitas yang direkomendasikan ahli dermatologi:
- Pembersihan: Gunakan sabun berbasis gliserin 2x sehari
- Eksfoliasi: Lakukan scrubbing lembut 1x seminggu
- Pelembab: Oleskan krim bebas wewangian setelah mandi
- Proteksi: Gunakan deodoran alami sebelum beraktivitas
Kesalahan Umum yang Memperparah Iritasi
Hindari kebiasaan buruk seperti:
- Menggaruk area gatal secara kasar
- Menggunakan deodoran pada kulit yang terluka
- Mencukur bulu ketiak saat kulit sedang iritasi
- Memakai baju ketat dari bahan sintetis
Fakta Menarik Tentang Kesehatan Ketiak
- Ketiak memiliki 3x lebih banyak kelenjar keringat daripada area tubuh lain
- Bakteri Corynebacterium adalah penyebab utama bau ketiak
- Wanita lebih rentan mengalami iritasi ketiak karena fluktuasi hormon
- Diet tinggi rempah bisa meningkatkan asam dalam keringat
Dengan memahami kenapa ketiak terasa gatal dan perih saat berkeringat, Anda bisa mengambil langkah tepat untuk mencegah dan mengatasinya. Konsistensi dalam perawatan adalah kunci utama menjaga kesehatan kulit sensitif ini.